Hari Ini Lembaga Adat Passereanta Firman Sombali Lakukan Pemasangan Tiga Plang Kepemilikan Lahan Adat

oleh -113 views

Makassar,JPM- Lembaga Adat Passereanta Firman Sombali Kerajaan Islam Kembar Gowa Tallo Sulawesi Selatan lakukan pemasangan tiga papan pengumuman yang menyatakan tanah tersebut milik I Koemala di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar pada Minggu,(10/11/2019).

Ketiga plang itu ditanamkan ditiga titik Lokasi di Kecamatan Tallo oleh Anggota Lembaga Adat Passereanta Firman Sombali Kerajaan Islam Kembar Gowa Tallo Sulsel berdasarkan Kuasa Pihak Ahli Waris yang sebenarnya.

Dalam plang tersebut tertulis, Tanah Milik I KOEMALA kohir 65 C1 Persil 2 DVV III Lompok Karabba dengan Luas 11.76 Ha dan Persil 6a, 6b, 6c D III Lompok Campagaya Dengan Luas 1.26 Ha Kp.Tallo No 3 dan Tercatat di Buku C sampai sekarang dan Tanah ini dalam pengawasan Lembaga Adat Passereanta Firman Sombali Kerajaan Islam Kembar Gowa Tallo Sulawesi Selatan.

Dikonfirmasi Ketua Lembaga Adat mengatakan bahwa, ini adalah Tanah milik I Koemala yang diberikan Kuasa kepada Lembaga Adat Passereanta Firman Sombali Kerajaan Islam Kembar Gowa Tallo Sulse.

“Kami memasang sesuai dasar bukti kepemilikan dari I Koemala yang dikuasakan kepada lembaga kami, dengan tujuan ingin mengembalikan lagi aset aset Tanah Adat dan dipergunakan kembali untuk kepentingan Kerajaan Tallo terutamanya dalam mengembalikan kejayaan kerajaan Tallo, seperti membangun kembali Rumah Adat dan kembali melakukan Pelantikan Raja Tallo, sebagaimana sebelumnya telah melakukan pelantikan Raja Tallo ke 18 yakni Alm. Brigjend Purn H. Andi Oddang Sultan Harun Arrasyid Krg.Pabeta”, Ujar Ketua Lembaga Adat Andi Iskandar Esa Dg.Pasore kepada Awak Media saat dilokasi pemasangan.

Ditempat terpisah dikonfirmasi Wakil ketua Lembaga Adat Passereanta Wahab Muhammad menambahkan,”jelas inilah tujuan terbentuknya Lembaga adat ini, guna menjembatani semua kerajaan kerajaan yang ada di Sulsel untuk kembali melestarikan adat budaya yang ada di Sulsel ini, seperti kerajaan Tallo. Dan kami menegaskan bahwa untuk pelantikan Raja Tallo harus melalui pemangku adat Kerajaan Tallo dan harus sepengetahuan Lembaga Adat Passereanta Firman Sombali ini, serta pemerintah pun tak berhak melakukan pelantikan Raja Tallo kecuali dari pemangku adat serta lembaga adat yang melakukan, karena pemerintah hanya mendukung atau mensuport agar terlaksana sesuai prosedur adat Kerajaan”,jelas Wahab Muhammad.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *